Minggu, 02 Agustus 2020

Menikmati Tubuh Mbak Eka Yang Nikmat


Pada saat itu saya mempunyai teman akrab yang bernama Hendra. Saya dan dia sama–sama sekolah di sekolah yang sama, hanya berbeda kelas, dia di kelas II-E, sedangkan saya di kelas II-F, tetapi kami berteman. Hendra adalah seorang anak yang berkecukupan dan bisa dibilang kaya.
Hendra mempunyai dua rumah, rumah yang satu dipakai oleh kedua orang tuanya,sedangkan rumah yang satunya lagi oleh orang tuanya dikontrakkan ataupun dikoskan kepada para pegawai atau mahasiswa, dan kebetulan sekali Hendra diam di rumah yang dikontrakkan tadi. Hengan alasan biar tidak susah dan jauh dari sekolah dan ingin belajar hidup sendiri, maka Hendra diperbolehkan tinggal di rumah yang satunya itu.

Memang kebutuhan hidup Hendra selalu dipenuhi oleh orang tuanya, dimana kedua orang tuanya bekerja dan Hendra mempunyai adik 2 orang, tetapi masih kecil–kecil. Di rumah Hendra yang dikoskan tersebut, dari sekian banyak orang yang tinggal, ada seorang wanita yang bernama Eka.
Sebut saja Mbak Eka, Mbak Eka tersebut mempunyai bentuk tubuh yang aduhai, Hengan ciri-ciri dia mempunyai tinggi sekitar 160 cm Hengan badan ideal dan wajah imut–imut, kulit putih, pokoknya cantik dan rambut hitam panjang sebahu. Mbak Eka tersebut sudah keluar sekolah SMA telah 2 tahun dan pada waktu itu Mbak Eka bekerja di perusahaan swasta yang masuk kerjanya selalu kebagian masuk siang atau biasa disebut shift dua.

Hendra dan saya sendiri suka pulang sekolah siang hari, kira–kira pukul 13:00 siang, karena saya sekolah pagi. Setiap pulang sekolah Hendra selalu pulang ke rumah.
Yang ada di rumah hanyalah tersisa Mbak Eka saja, sebab yang lainnya bekerja berangkat pagi dan baru pulang sore hari. Setiap sehabis pulang sekolah, Hendra sering sekali dan bahkan hampir tiap hari mengintip Mbak Eka yang sedang mandi untuk pergi ke kantor.

Kamar mandi di rumah Hendra hanya satu, dan Hendra tidur di kamar atas, sedangkan kamar mandi tersebut ada celah yang menembus dari atas. Kata si Hendra biar cahaya matahari masuk ke kamar mandi untuk mengirit uang. Hendra mengintip Mbak Eka yang imut–imut dan berbody mulus itu. Mbak Eka pun mempunyai payudara yang tidak kalah dari model–model majalah top Idonesia dan mempunyai bulu–bulu yang seksi di sekitar alat kelaminnya.

Pada saat mandi Mbak Eka sering sekali selalu seperti meraba–raba payudaranya sendiri, dan tidak jarang juga Mbak Eka suka seperti menggosok–gosokkan tangannya ke alat kelaminnya. Pernah juga Mbak Eka sepertinya memasukkan tangannya sendiri ke dalam alat kelaminnya atau goa hiro-nya itu Hengan mendesah seperti kesakitan dan kenikmatan, “Eeh.. ehh.. uuhh.. uuhh.. iihh.. ahh..”
Karena Hendra sering sekali mengintip Mbak Eka mandi pada siang hari untuk pergi ke kantor, Hendra menjadi terobsesi untuk menyetubuhi Mbak Eka. Hendra pun setelah mengintip Mbak Eka mandi, dia sering sekali langsung melakukan kocokan terhadap alat kelaminnya (loco–loco), karena Hendra terangsang oleh bentuk tubuh sensual milik Mbak Eka. BANDARQ ONLINE

Karena Hendra sering melakukan hal tersebut, akhirnya Hendra pun meminta foto-nya Mbak Eka Hengan alasan buat kenang–kenangan. Mbak Eka pun memberikannya tanpa curiga sedikit pun. Rasa nafsu birahinya Hendra pun semakin meningkat, sebab Hendra melakukan onani terhadap alat kelaminnya sambil memandangi foto Mbak Eka.
Hampir tiap hari Hendra setelah pulang sekolah selalu melakukan aktifitasnya seperti itu. Hubungan Hendra dan Mbak Eka memang dekat, karena Mbak Eka pun kepada Hendra sudah menganggap seperti adik sendiri, sedangkan Hendra ingin sekali menjadi pacar Mbak Eka, apalagi berhubungan badan Hengannya, itulah impian Hendra.

Mbak Eka memang selalu hobby nonton film yang semi porno, seperti film remaja barat. Tidak jarang juga menonton bersama Hendra di ruang tengah tamu. Bila ada film baru, Hendra selalu membawa teman–teman kami, khususnya cowok dan kalau cewek sulit diajaknya, bahkan banyak yang bilang film yang kami tonton itu jorok.
Hingga suatu hari, Mbak Eka kebetulan libur dan Hendra setelah habis pulang sekolah langsung bertanya kepada Mbak Eka, “Mbak kok belum mandi..? Enggak masuk kantor yah Mbak..?”
Hengan nada semangat Mbak Eka pun menjawab, “Enggak Hen, kan Mbak hari ini libur Hendra..”
Pada waktu itu munculah ide gila dibenak Hendra.

Hendra langsung pergi ke sebuah rental VCD yang letaknya tidak jauh dari rumah Hendra. Waktu itu Hendra sangat beruntung, Hendra mendapatkan kaset vCD tersebut, dan film yang dipinjam Hendra bukanlah film cerita tentang kehidupan remaja yang selalu dipinjam dan ditonton oleh kami. Film yang dipinjam Hendra pada waktu itu film luar yang memang sebuah film yang bukanlah film semi, melainkan film vulgar atau blue film ataupun bisa dibilang film porno.

Setelah dari tempat penyewaan VCD, Hendra segera pulang Hengan perasaan sudah tidak sabar ingin menonton film tersebut bersama–sama Mbak Eka.
Sesudah sampai, Mbak Eka bertanya pada Hendra, “Hendra habis dari mana, kok kayaknya cape Hen..?”
Hendra langsung menjawab Hengan nafas kelelahan, “Ohh.. oh.., i.. ini Mbak, habis pinjam film, Mbak mau nonton enggak..?” Hengan hati yang berharap supaya Mbak Eka pun ikut menonton.

Dan Mbak Eka pun menjawab, “Emangnya film apaan tuh Hen..?”
“Oh.., ini filmnya pasti deh okey, Mbak pokoknya pasti ingin nonton deh..!”
Mbak Eka pun akhirnya ingin tau juga apa film tersebut, “Oke deh Hen, tapi Mbak Eka beres–beres dulu yach Hen..!”
“Iyah deh Mbak, Hendra tunggu di atas..”
Memang di kamar Mbak Eka tidak ada TV dan kebetulan di kamar Hendra ada TV.
Setelah menonton Mbak Eka sangat terkejut melihat film tersebut.
“Hen kok ini film-nya full gar amat, dan Kamu harusnya enggak nonton yang ginian Hen..?”
“Ah Embak.., kan Hendra udah gede Mbak, masa harus nonton film Doraemon melulu, bosankan Mbak.. lagian biar tidak jenuh.”

Mbak Eka pada waktu itu terlihat dirinya terangsang oleh adegan–adegan yang diperagakan di film tersebut, terlihat Mbak Eka saat menonton duduknya tidak mau diam dan sekali-kali Mbak Eka pun sepertinya menelan air ludahnya. Hendra pun pada waktu itu sudah pasti batang kejantanannya sudah menegang, yang rasanya ingin juga melakukan adegan–adegan seperti di film tersebut, karena sang putri sebagai lawan mainnya sudah di depan mata dia.


Tapi setelah film kedua selesai, Mbak Eka langsung meminta ijin untuk pergi ke kamar tidurnya dan Hendra pun membereskan kaset VCD tersebut. Tidak lama kemudian Mbak Eka masuk ke kamar mandi, tetapi Hendra pada saat itu tidak ingin lagi mengintip Mbak Eka, melainkan ingin sekali berhubungan tubuh bersama Mbak Eka.
Hendra sambil menunggu Mbak Eka keluar dari kamar mandi, berpura-pura menonton TV di tengah rumah tersebut. Tidak lama kemudian terlihatlah Mbak Eka keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja sehingga pada saat itu Hendra pun semakin terangsang ingin sekali langsung menerkam Mbak Eka.
Mbak Eka pun sambil jalan menuju ke kamar tidurnya bertanya kepada Hendra, “Hendra Kamu mau mandi juga..?”
Hendra langsung menjawab, “Ah enggak Mbak..!”

Tidak lama kemudian Mbak Eka masuk kamar, dan Hendra pada saat itu langsung saja secara diam–diam ingin mengintip Mbak Eka. Hari itu adalah suatu keberuntungan bagi Hendra, karena ternyata pintu kamar Mbak Eka tidak ditutup rapat. Pada waktu itu Hendra yang tidak berpikir panjang langsung saja masuk ke dalam kamar Mbak Eka dan langsung menutup pintu Mbak Eka dan menguncinya. Mbak Eka sangat terkejut karena pada saat itu Mbak Eka sedang memakai CD-nya yang baru sampai ke pahanya.
“Hendra.., Kamu apa–apaan Hendra..? Kamu berani kurang ajar Hen..?” kata Mbak Eka terkejut.
Tanpa dihiraukannya omongan Mbak Eka, Hendra langsung menerkam Mbak Eka bagaikan harimau menerkam rusa. Langsung saja Mbak Eka berontak dan marah. Hendra mendorong Mbak Eka ke kasur tidur dan langsung menutup mulut Mbak Eka agar bungkam seribu kata.

Hendra pada saat itu memang sudah kemasukan setan, Hendra langsung menyiumi bibir Mbak Eka sampai Hengan payudara Mbak Eka sambil memegang kedua tangan Mbak Eka. Posisi mereka pada saat itu Hendra di atas badan Mbak Eka yang hanya memakai CD sampai Hengan pahanya. Mbak Eka pun berontak, sehingga Hendra menyiumi bibir Mbak Eka tersebut merasa sulit. Setelah itu, Hendra menyiumi bibir, leher dan sampai payudara Mbak Eka. Setelah ada 10 menit Hengan gigitan kecil, akhirnya Mbak Eka sepertinya sudah pasrah akan tindakan Hendra tersebut.

Karena terlihat di wajah Mbak Eka sudah pasrah dan tidak berontak lagi sambil meneteskan air mata, akhirnya Hendra melepaskan bajunya dan celananya hingga Hendra tidak memakai sehelai kain apa pun. Hendra langsung saja melepaskan CD yang akan dipakai oleh Mbak Eka yang hanya sampai di pahanya. Secara sepontan Hendra memegang kedua kaki Mbak Eka dan langsung menariknya sehingga alat kelamin Mbak Eka sudah di ujung pintu kenikmatan.

Tanpa basa–basi Hendra memasukkan batang kejantanannya yang sudah menegang dari tadi Hengan bantuan tangannya, tetapi anehnya batang kejantanan Hendra sulit sekali dimasukkan ke dalam liang keperawanan Mbak Eka, sehingga Hendra berusaha secara paksa.
Akhirnya Hendra dapat menembus tembok sempit liang kewanitaan Mbak Eka, sehingga Mbak Eka langsung menjerit kesakitan, “Ahh.. ahh.. aawww..” karena pada saat itu kesucian Mbak Eka sudah hilang oleh batang kejantanannya Hendra.

Karena menHengar Mbak Eka menjerit, nafsu birahinya Hendra semakin bertambah. Hendra terus mengayun batang keperkasaannya ke depan, mundur-depan-mundur untuk menuju gerbang kenikmatan yang diharapkan Hendra pada klimaksnya berhubungan seks. Sekitar 15 menit kemudian, Mbak Eka merasakan liang senggamanya sudah lecet, sehingga Mbak Eka ingin sekali melepaskan batang kejantanan Hendra dari liang kewanitaannya.

Tetapi Hendra tidak melepaskannya, malahan menarik paha Mbak Eka agar tetap pada keadaannya. Hal ini mengakibatkan Mbak Eka terlihat lemas sekali dan tidak lagi berontak, karena memang sudah benar-benar lelah di 20 menit terakhir setelah perlakuan tidak senonoh yang dilakukan Hendra terhadapnya. Tidak lama kemudian, batang kejantanan Hendra pun terasa hangat, lecet, dan akhirnya terasa deyutan–deyutan seperti ingin mengeluarkan cairan. Dan akhirnya cairan penyumbur Hendra pun menyempot ke dalam liang senggama milik Mbak Eka.

Karena Hendra melihat Mbak Eka sudah lemas, Hendra pun segera mengambil tindakan langsung menggenjot kembali batang kemaluannya ke dalam dan keluar liang senggama Mbak Eka secara cepat. Dari mulai sempit hingga terasa liang senggama Mbak Eka semakin lebar.
Memang kali ini tidak menyempit lagi, laju jalannya batang kemaluan Hendra tidak terhimpit lagi dan terasa saat itu pula terlihat adanya cairan yang dikeluarkan dari liang senggama Mbak Eka. Pemandangan ini membuat Hendra bertambah semangat.
Mbak Eka pada saat kelelahan hanya bisa mengucapkan, “Ahh.. ahh.. iih.. uuhh.. aaw.. uuh.. iihh.. eehh..” saja.
Dan Hendra tidak berkata apa–apa karena terlalu nikmatnya perasaan yang dapat Hendra rasakan saat itu.


Hingga ada 1 jam berlanjut, Hendra akhirnya melepaskan batang kejantanannya dari dalam liang kewanitaan Mbak Eka. Terlihat cairan mani yang bercampur antara yang dikeluarkan oleh batang keperkasaan Hendra Hengan air mani yang dikeluarkan oleh Mbak Eka. Mbak Eka hanya tergeletak setelah Hendra tidak lagi menggagahinya.
Mbak Eka terhempas ke dalam penderitaan birahi Hengan tubuh tidak tutupi apa–apa dan matanya sayu meneteskan air mata. Hendra karena kelelahan juga tergeletak di samping Mbak Eka dan menikmati keberhasilan dirinya yang telah mencapai kenikmatan dalam berhubungan badan yang selalu diinginkannya.

Setelah beberapa lama, Hendra dan Mbak Eka tergeletak di kasur. Hendra segera bangun dan langsung menerkam Mbak Eka kedua kalinya Hengan memeras payudara Mbak Eka, sehingga Mbak Eka kembali mengucapkan dHari saya, sekitaran 12 siang, saya barusan tiba di vilaku di puncak. Pak Joko, penjaga vilaku membukakan pintu garasi hingga saya dapat memarkir mobil saya Pheew … saya pada akhirnya melepas kelelahan sesudah ambil satu minggu sepanjang UAS. Saya menginginkan ambil bebrapa waktu tenang saat, tanpa ada ditemani siapa juga, saya menginginkan menikmatinya sendirian ditempat yang jauh dari hiruk pikuk ibukota Jadi saya tambah baik nikmati privacy saya, jadi saya menyebutkan pada Pak Joko pulang ke tempat tinggal yang berada di desa sekitaran sini.

Tn. Ricardo mempunyai bekerja ditempat ini mulai sejak ayahku beli villa ini sekitaran 7 th. waktu lalu, Hengan keberadaannya, vila kami tertangani baik serta belum juga sempat dirampok. Dia nyaris seperti bapak saya, 50-an lebih, tinggi serta kurus Hengan kulit terbakar hitam. Saya sesungguhnya punya niat mengerjainya daridulu, tapi mengingat dia cukup setia pada ayahku serta sangat jujur, jadi kuurungkan niatku.

“Punten Neng, bila umpamanya ada butuh, Bapak juga akan pulang kok, tinggal dateng aja” pamitnya. Sesudah Pak Joko pergi, saya bersihkan semuanya barang bawaan. Saya menjatuhkan diri ke tempat tidur sembari menghela napas, lega sesudah dipisahkan dari buku kuliah. Cuaca hari itu cerah, matahari bercahaya Hengan disertai angin sepoi-sepoi yang buat situasi merasa lebih enjoy. Saya jadi menginginkan berenang, terlebih sesudah saya lihat kolam air di belakang bersih sekali, perawatan tekun Pak Joko dari villa ini. Selekasnya saya ambil peralatan berenang serta menuju ke kolam renang.


Sesampainya ada penyusunan beda saya terasa begitu baik, demikian tenang, kalau cuma ada kicau burung serta gemerisik air angin tertiup. Mendadak kegilaan, Sampai kini, tenang kesepian, bagaimana bila saya cuma berenang telanjang, tetapi tak ada orang yang lain disini tapi saya anyway saya suka orang kagum pada keindahan badan saya. Jadi tanpa ada fikir panjang sekali lagi, saya melepas satu per satu semuanya pada badan saya, termasuk juga arloji serta perhiasan semuanya hingga betul-betul telanjang seperti waktu lahir. Sesudah keluarkan cincin paling akhir pada badan saya, saya segera melompat kedalam kolam. Aahh.. merasa demikian baik untuk berenang telanjang begini, badan merasa lebih enteng. Sekian kali saya bolak-balik Hengan sebagian style terkecuali style punggung (karna saya tidak dapat, hehe..)

20 menit sepanjang saya ada di kolam renang, saya juga akan terasa haus serta menginginkan istirahat sebentar untuk berjemur di kolam renang. Saya lalu bangkit serta mengeringkan badanku Hengan handuk, sesudah saya ambil sekaleng coca-cola dari kulkas, saya kembali pada kolam. Kurebahkan diriku di kursi enjoy disana serta saya menggunakan kacamata hitamku sembari nikmati minumku. Untuk melembutkan kulit putih tidak terbakar matahari, saya ambil oilku berjemur serta menggosok-gosok semua badan saya tampak mengkilap. Jadi cuaca lezat disini buat saya mengantuk, jadi janganlah terasa saya perlahan jatuh tertidur. Di dalamnya saya berbaring di kolam tanpa ada apa-apa yang menempel pada badan saya, terkecuali untuk kacamata hitam. Bila saja ada pencuri masuk serta lihat kondisi saya sesuai sama itu, sudah pasti saya diperkosa hingga mati.

Tengah tidur saya, saya terasa ada suatu hal yang meraba badanku, tangan itu membelai paha saya serta lalu menebar ke dada. Saat tangan menyentuh pangkal paha bibir mendadak buka mata saya serta saya terperanjat karna saya terasa itu tidak cuma mimpi. Saya lihat ada seorang yang mencapai saya serta jadi saya membangunkannya Hengan sigapnya menyambar bahu saya serta Hengan tangan menutupi mulut, menghindar saya dari menjerit. Saya mulai mengetahui orang, ia yaitu Taryo, penjaga vila tetangga, ia berumur 30-an, berwajah sedikit buruk Hengan gigi bengkok, pipi cekung serta matanya benar lebar dimuka wajahku.

“Ssst .. Neng bisa dilewati Menurut menulis, di sini sudah ga ada orang lain, sehingga tidak berani!” Ancamnya
Aku hanya mengangguk, meskipun masih agak terkejut, lalu perlahan-lahan ia melepaskan saya dalam mulut bekapannya
“Hehehe .. waktu yang lama sekarang aku ingin Neng ngerasain sama telanjang!” Katanya, matanya menatap dadaku
“Telanjang ya telanjang, tapi dong sopan bertanya, memiliki pencuri tidak begitu kaya!” Aku berkata, marah.

Ternyata tanpa sadar dia sedang menonton saya dari berenang dari tuannya dan vila loteng bahwa ia sering tidak ketika seorang wanita daridulu berenang di sini. Mengetahui Pak Joko tidak ada di sini dan aku tertidur, ia sangat ingin memanjat dinding untuk masuk ke sini. Sebenarnya saya tidak dalam mood untuk seks karena mereka masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuat BT (birahi tinggi).

“Heh, ia ingin gua pemerkosa, mengapa tidak membuka baju juga yang terakhir pegang-pegang doang berani!” Saya menantang.
“Hehe, ya ini Neng Neng abis loh payudara, montok benar-benar lupa deh” katanya sambil melepaskan pakaian compang-camping.
Tubuh begitu baik, meskipun agak tipis dan kotor, penisnya yang sudah tegang cukup, tentang ukuran miliknya di Wahyu, tukang pipa yang memainkan Hengan saya (baca Air Junior, Listrik, dan Konstruksi).

Dia duduk di pinggir kursi dan mulai menyedot payudaraku yang paling dikagumi, sementara aku meraih penisnya Hengan tangan saya sampai saya merasa dan kukocok penis semakin keras. Aku mendesis nikmat vagina dan membelai tangannya mengusap bibirnya.
“Eenghh .. terus .. Oohh Tar!” Desahku, meremasi rambut Taryo yang mengisap payudaraku.

Lalu kepalanya perlahan-lahan merayap turun dan berhenti di pangkal paha. Aku mendesah semakin tak menentu karena lidahnya bermain-main di sana ditambah Hengan jarinya bergerak masuk dan keluar. Saya harus memeras payudara dan menggigit jari-jari saya tidak akan terus sendiri karena rasanya yang lezat kesemutan, kesemutan sampai akhirnya tubuhku mengejang dan melepaskan vaginanya hangat. Hengan Taryo melek rem Aku meraih rambutnya menyeruput vaginaku. Perasaan yang terus berlanjut sampai saya merasa cairanku tidak keluar lagi, lalu kepala Taryo off dari sana, mulutnya tampak basah Hengan cairan cinta. JAGUARQQ

Belum beres saya set berburu napas, mulut saya dilumatnya Hengan ganas. Saya merasa aroma cairan cinta saya sendirian di mulutnya tertutup cair. Aku agak kewalahan Hengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalah napas sedikit bau, baik bau rokok atau jengkol. Setelah beberapa menit saya bisa beradaptasi yang baru, permainan lidah dilunasi sampai lidah kami saling terkait dan mengisap. Kami juga berpagutan cukup lama, dia juga menjilati wajahku yang halus Hengan jerawat tidak sampai wajahku basah oleh air liur.

“Gua ga Tar lagi, di sini saya punya lu semut” kataku.
Para Taryo segera bangkit dan berdiri di sampingku menyodorkan penisnya. Masih berbaring di kursi santai, saya memegangnya, dan kujilati kukocok sejenak sebelum saya dimasukkan ke dalam mulut.
Mulutku penuh Hengan penisnya, itu bukan 3/4nya sepenuhnya dimasukkan hanya menampung saja. Aku memainkan lidahku di kepala penisnya adalah helm-suka, kadang-kadang saya menjilat lubang kencing nya sehingga tubuh pemiliknya bergetar dan mendesah keenakan sebuah desahan. Satu tangan memegang kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.

“Eemmpp .. emmphh .. nngg ..” Saya mendesah tertahan karena hampir kehabisan napas, tetapi tidak peduli. Penis kepala berulang kali terhadap tenggorokan dinding. Lalu aku merasa ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan, tapi karena lelehan cairan di mulut saya. Semburannya belum selesai, dia mengeluarkan penisnya, sehingga semburan berikut disekujur mendarat di wajahku, kacamata hitam saya juga semen basah disemprot.

Aku melepas kacamata saya, maka saya mengusap wajah saya Hengan tangan saya. Sisa-sisa sperma di kujilati jariku melekat sampai akhir. Ketika tiba-tiba pintu terbuka dan Mr Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua sedang telanjang. Saya sendiri terkejut Hengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan ini pada ortuku.


“Eehh .. maaf Neng, Ayah hanya ingin Bapak ngambil uang di dalam ruangan, tahu ini ga Neng gituan lebih” dia tergagap.
Karena aku harus bertahan, aku akan menawarkan diri putus asa dan berjalan ke arahnya.
“Ah .. Pak oke ga itu, tindak memperbaiki Mr yuk aja!” Godaku.
Lihat keluguan jakunnya naik turun tubuhku, meskipun agak gugup matanya terpaku pada payudara saya. Aku membelai batangnya dari luar membuatnya terangsang.
Akhirnya dia mulai berani memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.
“Neng Neng payudara besar terlalu baik .. Mr diginiin juga baik?” Berjabat tangan terus meremasi payudaranya.

Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya, maka saya menurunkan celana kolornya juga. Ternyata ayam hitam menggantung, jari-jari saya mulai memegangnya. Saya merasa di tanganku bergetar dan mengeras. Perlahan-lahan saya mulai berjongkok di depannya, tanpa basa-basi saya menempatkan batang di tanganku ke mulutnya, dan kuemut kujilati-semut untuk pemiliknya mengerang keenakan
“Yah, Pak Joko sama majikan malu sendiri menulis,” seru Pak Joko Taryo yang memperhatikan sedikit gugup untuk menikmati seks oral bagi saya.

Taryo kemudian mendekati kami dan meraih tanganku untuk menjabat kemaluannya. Bergantian mulut dan tangan untuk melayani penis yang menegang. Tidak puas hanya untuk menikmati tangan, sesaat kemudian Taryo pindah ke belakangku, membuat tubuh saya beristirahat di lutut dan tangan. Aku mulai merasakan sebuah benda didorong ke dalam vagina. Seperti biasa, mulutku terbuka turun melingkupi masalah inci gemerisik oleh penis inci ke vaginaku. Aku disetubuhinya dari belakang, menusuk, kepala merayap ke ketiaknya ke mulutnya di atas payudaraku. Aku menggelinjang tak karuan waktu puting kananku digigit Hengan gemas, pada penis Pak Joko kocokanku lebih bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Pak Joko ketagihan, dia selesai memperkosa mulut saya begitu bersemangat untuk memajukan pinggul seakan sialan dukungan. Kepala saya dekat Hengan dipeganginya Hengan kesempatan untuk menghirup udara segar aku tidak ada. Akhirnya saya hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka, tembakan satu sama lain menyebabkan penis ke tubuh saya semakin menembus. Perasaan ini benar-benar sulit untuk menjelaskan, saat penis Taryo menyentuh bagian terdalam dari rahimku dan ketika penis menyentuh tenggorokan Pak Joko, belum lagi mereka terkadang memainkan payudara atau meremasi pantatku. Saya merasa seperti layang-layang terbang dilakukan sampai akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Joko. Seiring Hengan bahwa genjotan Taryo merasa lebih kuat. Kami juga mencapai orgasme bersamaan, aku bisa merasakan air mani yang menyembur deras dalam diriku, dari persenggamaan selangkangan saya lelehan cair.

Setelah cukup lama untuk mencapai orgasme, tubuhku berkeringat, mereka tampaknya mengerti situasi saya dan menghentikan aktivitasnya.
“Neng, mungkin ga Mr masuk ke hal nya Pak Neng-begitu?” Kata Mr Joko lembut.
Aku hanya mengangguk, dan kemudian dia berkata lagi, “Tapi Neng istirahat menulis pertama, Neng kaya lelah pula.”
Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diri. Mereka berdua juga turun ke kolam, Taryo duduk di sebelah kiriku dan kanan saya Pak Joko. Kami mengobrol sambil memulihkan kekuasaan, di mana tangan-tangan jahil atau mereka selalu hanya meremas dada, paha dan bagian sensitif lainnya. Yang satu mendorong yang lainnya mendarat di sisi lain, lama-lama jadi saya biarkan saja, setelah semua, saya benar-benar menikmatinya.

“Neng, Bapak masuk sekarang aja yah, sudah ga tahan daritadi porsi tidak Neng hal itu” kata Mr Ricardo mengambil posisi berlutut di depan saya.
Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala merestuinya, dia mengarahkan, kontol panjang keras ke vagina saya, tapi dia tidak segera menusuknya di bibir tapi selangkangan menggesekannya jadi saya menggelitik dan meremas penis Taryo berkelejotan menjilati bagian leher bawah telinga .
“Aahh .. Pak cepet enter dong, sudah kebelet ya!” Desahku tak tertahankan.
Aku meringis saat ia mulai menekan masuk penisnya. Sekarang vagina saya telah diisi oleh benda hitam panjang dan objek mulai bergerak keluar untuk memberi sensasi kenikmatan ke seluruh tubuh.

“Wow .. Neng pus benar-benar lamban, jika gini sudah tahu dari dulu Bapak entotin” ceracaunya.
“Persetan Anda juga, sudah bercucu Piktor masih, saya kira Anda belajar” kataku dalam hati.
Setelah 15 menit dia mengayuh booting saya dalam posisi itu, ia melepas penisnya dan duduk membungkuk dan mengangkat saya ke penisnya. Hengan refleks saya akan memegang penis saya sambil menurunkan itu sampai jatuh ke dalam celana saya. Dia memegang pantatnya sepotong padat berisi itu, bersama-sama kita mulai gemetar tubuh kita. Desahan kami berbaur Hengan suara air kolam percikan, tubuh saya bergerak-gerak tak terkendali, saya menggelengkan kepala di sana-sini, dua payudara yang memantul tidak luput dari tangan dan mulut. Pak Joko memperhatikan penisnya keluar dari vagina seorang gadis 21 tahun, anak majikannya sendiri, sepertinya dia tidak bisa memahami bagaimana untungnya berkesempatan mencicipi tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah tidak terasa.

Goyangan kami berhenti sejenak ketika Taryo tiba-tiba mendorong kembali sehingga pantat saya dan payudaranya semakin tertekan semakin menungging untuk menghadapi Pak Joko. Taryo membuka dan mengarahkan penisnya ke pantatku ada
“Aduuh .. Tar perlahan, sakit tahu .. aww!” Rintihku waktu dia mendorong ke penisnya.
Saya lebih rendah karena itu ramai sekali dijejali dua ayam besar. Kami bergoyang kembali, rasa sakit aku merasa perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat menjalari tubuh saya. Saya menangis tak terkendali ketika Taryo menyodok pantatku Hengan kasar, sehingga ia kuomeli sedikit lebih lembut. Alih-alih menHengar, Taryo menggenjotku bahkan lebih ganas. Pak Joko melumat bibirku dan lidah dalam mulut saya untuk bermain jadi saya tidak terlalu berisik.

Ini berlangsung sekitar 20 menit lama sampai saya merasa tubuh saya seperti meledak, saya bisa lakukan hanya berteriak dan memeluk Pak Joko erat panjang punggung dan menggaruk kuku. Untuk beberapa detik sampai tubuhku menegang dalam pelukannya lemas kembali Pak Joko. Tapi mereka masih peduli padaku memompaku tanpa ini sudah lemah. Erangan yang keluar dari mulutku terHengar lebih dan lebih berdaya. Tiba-tiba mereka merasa lebih erat memeluk untuk membuat sulit untuk bernapas, mereka juga serangan lebih kuat, putingku disedot keras oleh Pak Joko, dan Taryo rambutku. Lalu kurasakan hangat menyembur cairan di vagina dan anusku, air muncul sedikit cairan putih susu yang melayang-layang. Mereka berdua terkulai lemas antara tubuh saya masih terjebak Hengan penis.

Setelah sisa-sisa terakhir kesenangan mereda, saya akan mengundang mereka untuk datang. Menyeka tubuh saya basah kuyup, aku berjalan ke kamar mandi. Eh .. mereka diikuti dan bergabung Hengan mandi. Akhirnya kuiyakan saja deh supaya mereka senang. Aku hanya duduk di sana, mereka siram, gosok, dan tentu saja menyabuniku membelai dirinya. Alat kelamin dan payudara bagian yang paling panjang mereka sampai aku menyindir sabuni

“Mengapa .. mengapa ada lathered-neraka menulisnya, kamar mandi untuk membersihkan ga dong, dingin nih” disambut tawa kami.
Setelah itu, akulah yang mencuci giliran mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, saya akan kembali bekerja di kamar mandi.
Hari itu saya dikerjai terus-menerus oleh mereka sampai mereka tinggal dan tidur Hengan saya di tempat tidur, spring bed. Sejak itu jika ada partai seks di vila, mereka selalu diundang untuk istilah-istilah ini jangan biarkan kebocoran rahasia. Aku senang karena ada sarana untuk memuaskan keinginan, mereka dapat merasa senang karena tubuhku dan teman-teman kuliah saya yang masih muda dan cantik. Jadi ada variasi dalam kehidupan seks kami, tidak selalu bermain teman-teman orang yang sama di kampus.

“Ahh.. ahh.. Hen jangan.. diterusin Henn.. jangann.. Henn..!”
Hendra tidak menghiraukan ucapan Mbak Eka tetapi justru langsung Hendra meraba–raba dan sekali-kali memasukkan tangannya ke dalam liang kewanitaan Mbak Eka. Mbak Eka menjerit kesakitan karena liang senggamanya seperti dirobek–robek oleh tangan nakal Hendra.
“Aaawww.. awww.. iihh.. uuhh.. aauuw..!”
Seteleh itu keluarlah cairan yang hangat dari liang senggama Mbak Eka. Hendra langsung menjilati cairan tersebut dari liang kewanitaan yang sudah banjir milik Mbak Eka. Mbak Eka pun anehnya tidak kesakitan, tetapi justru kegelian.

“Hen.. Hen.. aduh.. geli.. Hen.. geli.. Hen..!”
Karena batang keperkasaan Hendra masih sangat tegang tetapi Hendra juga melihat Mbak Eka sudah benar–benar kelelahan. Akibatnya, Hendra langsung mengocok (mengonani) batang kejantanannya Hengan tangannya Hengan frekuensi yang sangat cepat, sehingga Hendra ingin mengeluarkan air maninya.
Tanpa memberi aba-aba, Hendra langsung menyodorkan kemaluabnnya tepat di mulut Mbak Eka. Tidak lama kemudian air mani menyempot ke mulut Mbak Eka dan langsung Hendra menyusut-nyusutkan batang kejantanannya ke mulut Mbak Eka yang masih tergeletak kelelahan di kasur.

Hendra langsung mengambil tangan Mbak Eka Hengan bantuan tangannya sendiri untuk memegang batang keperkasaannya yang sudah loyo. Hendra menyuruh Mbak Eka untuk memegang Hengan kepalan yang keras Hengan bantuan tangan Hendra dan langsung mengayunkan keluar ke dalam hingga Hendra merasa puas pada saat itu. Setelah kejadian tersebut, hubungan Hendra dan Mbak Eka menjadi renggang. Dan beberapa minggu sesudah itu, akhirnya Mbak Eka pindah kontarkan. Tidak lagi di rumah Hendra. Dan akhirnya Hendra sangat kehilangan Mbak Eka karena memang secara diam–diam Hendra pun mencintai Mbak Eka.

Jumat, 31 Juli 2020

Istriku Di Nikmati oleh Sahabat Baik Ku


Minggu pagi itu aku sudah menunggu di bandara Kualanamu menunggu kedatangan kawanku saat di Jakarta dulu. Nico adalah seorang pemuda keturunan Chinese berusia 33 tahun sebaya denganku, hanya saja tubuhnya lebih tinggi dan besar daripada aku, aku hanya 170 dengan berat 60 kgsementara
dia 185 dan berat 90 kg. dijakarta kami bertetangga . rumah orangtuanya dan orangtuaku bersebelahan dan orangtuanya adalah mantan majikan dari istriku.

Yah istriku adalah mantan pembantu rumah tangga pada keluarga Nico. Tetapi meskipun dia pembantu tetapi wajahnya sangat jelita dan bodynya sintal persis ayu azhari, makanya aku pacarin dia , Mira namanya saat ini berusia 27 tahun.
2 bulan Menjelang aku menikahinya,Mira berhenti bekerja dan setelah menikah kami merantau ke medan.
Rupanya rezekiku memang disini. Bisnis ku berkembang dan sekarang aku punya rumah sendiri yanglumayan megah serta mobil camry keluaran terbaru.

Nico sahabatku ini kebetulan sedang ada bisnis dipekanbaru,setelah urusan selesai ia berniat mampir ketempatku karena kebetulan tidak jauh hanya lk ½ jam penerbangan. Aku menunggunya diruang
kedatangan sambil merokok.
Tak berselang lama kulihat sosok yang kukenal celingukan di pintu kedatangan. Aku melambai , ia melihat dan tersenyum.Bergegas kami mendekat dan berangkulan. Maklum sudah lima tahun kamiberpisah. Diperjalanan menuju rumahku kami banyak bercerita tenatang masa lalu dan sekarang .

rupanya ia masih betah melajang. Belum ada yang cocok katanya. Jam 11.30 kami sampai dirumahku, ia takjub memandangirumahku. BANDARQ ONLONE
“ hebat kau sudah jadi orang kaya rupanya “.
“ ah belum seberapa dibandingmu “ aku merendah.
“ wah… Mira, sudah lama kita ngga ketemu gimana kabarmu? Sudah ada momongan?
“ baik koh.. belum tuh.” Saut istriku.
“ wah kalian payah masa udah lama kawin belum punya anak , gimana sih lu son “ sindirnya padaku.
Akau hanya nyengir, belum dikasih yat, yah sabar ajalah.
Malamnya sekitar habis maghrib aku dan Nico keluar menikmati pemandangan kota berastagi. Sekitar jam 9 setelah puas berkeliling kami pun pulang.


Diperjalanan saat lampu merah, didepan mobil kami berhenti sebuah motoe tiger ditumapngi sepasang muda – mudi. Yang membuat kami terbelalak adalah si perempuan yang berkaos puti dan bercelana jeans chatter , bawah kaos terangkat keatas sementara celana nya tertarik kebawah sehingga menampakkan belahan pantatnya yang mulus putih.
Nico terlongo menyaksikan sambil berdecak “ wuih…. Ikutin son” serunya ketika
lampu menyala hiaju. Kamipun membuntuti perlahan dibelakang motornya,
namun ternyata di perempatan depan mereka berbelok arah sementara kami
terus lurus “ yah…” kecewa Nico.

Sampai dirumah kami menonton tv, sementara istriku pamit tidur. Saat asik menonton acara tv, Nico berbisik, son kita ke lokalisasi yuk,
“ ngapain lu, udeh malem nih “ sahutku.
“ aduh… ngaceng terus nih , gara – gara cewek tadi “ “ ha…ha..ha.. “ aku tertawa.
Tiba – tiba muncul fantasiku yang sangat lama kupendam dan pernah dua kali kuutarakan pada
istriku, dan istriku setuju. Namun niat itu belum kami jalani karenamasih ragu.
“ hm… kucoba aja sekarang” bhatinku. “ sebentar yat aku kekamar dulu “ pamitku. Aku masuk kamar, ternyata istriku belum tidur.

Kuutarakan saja niat ku yang terpendam selama ini pada istriku .” mam…kamu masih ingetkan tentang fantasi kita dahulu ? “ pancingku “hmm.. ya kenapa ?” sahut istriku.
“ gimana kalo kita lakukan aja sekarang?”usulku. “sekarang?.. dengan siapa ?” Tanya Mira.
“ Nico lagi kelimpungan, gara – gara liat pantat cewe dijalan, sekarang lagi konak.
Kasihan tuh “ “ Nico.. tapi ..” istriku ragu ragu.
“ ah… sudah.. taka pa – apa “ rayuku. Istriku akhirnya setuju.” Nti kalo dia masuk kamar,kamu pura – pura tidur, terus pamerin inimu “ kataku menepuk memeknya.
Lalu kuperosotkan cd nya. “ ih.. kok dibuka sekarang?” kata Mira. “ biar gampang” sahutku. Akupun keluar kamar menemui Nico diruang keluarga.

“ wah.. istriku udeh tidur. Ngga bisa tuh yat kita keluar” pura-puraku. Terus gimana gue dong?” wajah Nico memelas campur belingsatan. Aku senyum “ begini aja,,kalo cewek diluar sana kan kotor, gimana kalo yang bersih aja “ kataku “ maksud lo?” tanyanya aku membisikkan fantasiku kepada Nico .” ah…gila lo, bisa dibejek gue ama
bini lo.”
‘ lo tenang aja , bini gue kalo tidur udeh kaya orang mati.Ada bom meledak disamping juga gak bakal bangun ‘ bujukku.
“ ah..serius lo?” Nico tak yakin. Kutarik tangan Nico bangun dari kursi menuju kamar. Kubuka pintu kamar. Kiiyat terlongo melihat pemandangan didalam kamr. Diranjang Mira yang pura pura tidur , dasternya terangkat keatas sampai dada dan tidak mengenakan celana dalam.

Otomatis selangkangannya yang berbulu lebat terpampang. Sementara sepasang buah dadanya yang
montok mengintip sedikit dari bawah daster yang tersingkap.
“ wah ..mulus banget binilu, lebat lagi bulunya ‘ Nico menelan liurnya menyaksikan itu.
‘ udeh… jangan lama lama . buka pakaian lu’ kataku.
Nico sgera membuka semua pakaiannya. “ aku tertegun melihat ******
Nico yang sudah sangat tegang besar dan panjangnya melebihi punyaku, berurat pula disekelilingnya.Nico mendekati istriku yang sedang ngangkang mempertontonkan auratnya.


Dielusnya memek istriku lalu diciuminya. ‘ wangi son ‘ katanya. Dibukanya bibir kemaluan istriku, tampaklah bagian dalamnya yang berwarna pink. Dijilatinya bagian dalam bibir kemaluan istriku kanan dan kiri.kulihat istriku menahan gairahnya mendapat cumbuan.
Nico seamkin dalam memasukkan lidahnya menjilati kacang istriku. Istriku yang tak kuat mendesah perlahan. Nico tetap nekat menjilati memek istriku bahkan kini semua mulutnya terbenam di selangkangan istriku. Istriku bangun dan duduk tak kuasa menerima rangsangan itu, berpura pura kaget .

“ loh koh Nico ngapain, loh udah telanjang. Ih..gede amat barangnya “ Nico berdiri ditepi ranjang mempertontonkan barangnya yang mengacung bergerak- gerak. Kulihat ukurannya melewati pusarnya. Wah kalo masuk kememek istriku bisa mentok tuh kerahimnya. Nico melangkah perlahan mendekati istriku dan berada
diantara kedua paha istriku.
“ koh.. mau ngapain “ pura- pura istriku. Nico hanya senyum sambil mengelus kedua paha istriku.
“ ih..geli ah.. tuh ngacung acung lagi barangnya “ Nico yang sudah tak tahan mendorong
tubuh istriku kekasur lalu menindihnya .
mulutnya menciumi mulut istriku yang disambut istriku , lidah mereka saling melibat .

tangan kiri istriku meremas remas batang kemaluan Nico yang semakin tegang. Nico melepas ciuman dimulut istriku, kedua tangannya melepas daster yang dipakai istriku , lalu tangan kirinya menyelusup kebalik punggung Mira melepas kaitan BH dan melepaskannya.
Kini istriku terbaring menelentang,kedua tangannya terentang mempertunjukkan ketiaknya yang bersih sementara dua bukit didadanya yang berukuran 38 dengan putting merah dadu berguncang pelan akibat gerakan nya. Nico melongo berdecak kagum.” Gila… tau kaya gini bodilu, dulu 2 gue embat “ istriku tersenyum “

sekarang juga sama aja kok “ sahutnya. Jemari Nico memilin putting istriku bergantian dan meremas bukit yang mengkal tersebut. Lalu perlahan mulutnya menyusuri buah dada istriku dan melumatnya. ‘ akhh..”
desah istriku. Nico merenggangkan kedua paha istriku dan memperhatikan gundukan kecil berbulu lebat . ditempelkannya batang kejantanannya dimulut kemaluan istriku , perlahan dotekan dan blesss masuklah batang
kontolnya kedalam benda kesayanganku.

Perlahan digoyangnya tubuh istriku yang montok . aku betul betul horny melihat tersebut. Serasa mimpi , khayalanku terlaksana juga. Kontan saja kontolku pun mngacung tegang
didalam celana menyaksikan istriku melayani lelaki lain dihadapanku.
Ada lebih kurang 20 menit berlalu Tubuh montok istriku yang putih mulus mulai di basahi keringat. Dalam posisi missionaries, badan istriku
didekap erat oleh Nico. Kedua tangan Nico menyelusup lewat ketiak istriku sesekali diangkat ketika mulut Nico melumat buah dada dan putting istriku. JAGUARQQ

Sementara kulihat bagian bawah Nico merapat diselangkangan istriku. Sesekali tampak merenggang memperlihatkan rambut rambut pada kemaluan mereka yang saat ini saling bertautan. Sesekali pula kulihat batang Nico yang kini mulai basah oleh lender istriku terangkat lalu menghujam kembali kelubang surga istriku.
Tiba-tiba istriku melenguh “ uhhh.. akhuu muuu kelluarhh .. oh.hh” dan nampak merah padam muka istriku pertanda dia orgasme telah sampai. Sesaat terdiam mereka lau istriku mendorong perlahan tubuh Nico menjauhi
selangkangannya.

Nico mencabut kontolnya. Istriku mengambil kain di kasur dan mengelap cairan dimemeknya. Etelah kering kembali telentang. Nico berujar kepadaku “wahh.. enak luh barangnya.. sedep betul son
binilu, sori ya..” katanya sambil cengengesan dan hendak memulai kembali
kegiatan mereka.
Diangkatnya kaki kanan istriku dan disampirkan dipundak Nico, lalu Nico memasukkan batangnya menerobos liang istriku. Setelah masuk semua , kembali digoyagkannya kemaluan istriku. Istriku menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Nico.

Tak lama berselang Nico melenguh, “ ohh.. gue mau keluar saying. Dimana..?” “ didalam saja
saying, biar enak “ sahut istriku. Nico mendorong lebih dalam batangnya hingga masuk rahim istriku. “ aw… jangan dalem dalem masuk kerahim ntar.
“ kata istriku tapi Nico tak perduli dia akan sampai malah ditekan
terus.
Istriku berusaha mendorong pinggul Nico tapi Nico menekan terus dan “ ohhhh….” Rupanya ia sudah melepas spermanya didalam rahim istriku.

Beberapa saat Nico mencabut kontolnya yang berlepotan sperma mereka. Istriku ngedumel pelan. Koh Nico gimana sih udah dibilang jangan dalem eh malah diteken. Masuk deh kerahim nih”.
“ kan biar lu cepet punya anak
“ kata Nico. Aku hanya mesem saja . istriku berlalu kekamar mandi
membersihkan dirinya.
” Thankyou ya son, elu udah kasih kesenangan buat gue “ Nico masih terengah engah mengucapkan kepadaku. Aku kembali senyum.
Namun kontolku masih kenceng sekali , aku tak tahan dan membuka seluruh pakaianku, telanjang bulat. Ketika Mira keluar dari kamar mandi langsung kudorong kekasur dan kusetubuhi. Nico berlalu kekamar mandi.


Kamis, 30 Juli 2020

Kenikmatan Yang Ku Dapatkan Bersama Sahabat Wanita ku


Perkenalkan, nama ku Bram, umur 28 tahun, perawakanku biasa2 saja, tinggi hanya 172cm dan berkulit putih. Tidak ada yang special dari diriku. Cerita ini berawal dari tahun 2019 saat sedang meneruskan semester akhir di sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta, aku sendiri berasal dari sebuah kota besar di Jawa Tengah.

Dan aku kost di Jakarta. Aku punya sahabat bernama Carissa dan dia satu universitas dengan ku, kulitnya putih, rambutnya berwarna coklat tua dan tinggi hanya +/- 155cm dan awajahnya pun polos. Kita bersahabat dari zaman kita SMU. Dulu kami bersahabat 4 orang, Ronny dan Vina, tapi ternyata 2 orang sahabat kami lebih memilih melanjutkan kuliah di luar negeri.

Jadi tinggalah saya dan Carista yang bersahabat walaupun kami masih keep in touch dengan 2 sahabat kami yang berada di luar negeri, baik melalui friendster ataupun YM. Terkadang kalau mereka balik ke Jakarta kita sering hang out bareng sekedar melepas rindu dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami.

Persahabatan saya dengan Rissa, begitu ia biasa dipanggil, murni hubungan seorang sahabat. Tampaknya kami terlalu takut untuk menodai persahabatan kami dengan perasaan cinta. Sejak lulus SMU kami sepakat untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, di fakultas dan universitas yang sama. Tempat kost kami pun terbilang dekat, hanya berjalan sekitar 4 menit. Selama kami kuliah, saya sempat berpacaran satu kali dengan Devi, tapi hubungan kami tidak berjalan lama hanya berlangsung 6 bulan.

Dan hubungan saya dengan Devi putus karena hubungan saya dan Risaa terlalu dekat, tampaknya Devi cemburu. Saya sempat shock waktu diputusi oleh devi tetapi Rissa selalu membantu saya untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Benar-benar sahabat sejati yang selalu ada di setiap saya mengalami kesulitan. Banyak yang menyangka saya dan Rissa pacaran karena kedekatan kami, tapi kami hanya tertawa saja karena memang tidak ada perasaan itu. Kami setiap malam minggu sering menghabiskan waktu berdua entah itu nonton bioskop, makan malam atau belajar bersama. BANDARQ ONLINE

Awal tahun 2014 kami menerima kabar bahwa teman kami Ronny dan Vina akan berlibur ke Jakarta pada pertengahan tahun. Dan kami merencanakan liburan ke Bali berempat. Sungguh moment yang sangat saya tunggu-tunggu. Kami sudah booking hotel dan merencanakan tempat mana saja yang akan kami kunjungi.

Dan waktu pun semakin mendekat, kami semakin bersemangat menyiapkan segala sesuatunya. Tapi rencana tinggal lah rencana, seminggu sebelum hari H, Ronny membatalkan niat ke Jakarta karena dia ada masalah di sana. Vinna pun batal karena masih ada jadwal ujian. Akhirnya saya dan Rissa pun berpikir gimana caranya untuk mengisi waktu liburan yang kosong tersebut karena kami sudah membatalkan semua rencana dengan teman-teman demi rencana ini.

Sehari sebelum hari H saya bermain ke tempa kost Rissa, seperti biasa kami ngobrol dan kecewa dengan pembatalan ini. Tapi aku punya inisiatif untuk jalan-jalan ke Bandung tapi pergi pagi pulang sore. Rissa awalnya ragu karena bingung mao pergi kemana dan akhirnya kita sepakat untuk pergi ke Lembang. Kita ingin menikmati sejuknya udara kota Bandung. Akhirnya setelah sepakat saya pun balik ke kost saya untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian kami janjian untuk pergi ke sebuha minimarket dekat kost kami untuk membeli camilan dan minuman soft drink.

Besoknya saya sudah bangun jam 5 pagi, kemudian saya menelepon Rissa. Lama sekali tidak diangkat,akhirnya telepon kedua pun diangkat

“Hallo, sorry Bram… gw baru bangun nih… ngantuk banget” katanya, suaranya emank terdengar lemah
“Ris, jadi berangkat gak kita? Ini udah jam setegah enam lewat lho, ntar kita kesiangan” tanyaku
“iya, jadi dunk, tapi aku belum mandi, bentar yah aku mandi dulu. Lo klo mao dating langsung masuk aja, pintunya gak gw kunci, sekalian lo masukin barang-barang gw ke mobi lo” suruhnya.

“ok!! Jangan lama-lama yah” jawabku singkat.
Gak lama gw udah parkir di depan kost nya Rissa dan langsung masuk ke kamarnya. Ternyata dia belum kelar mandi dan saya dengan cepat memasukkan barang-barang nya masuk ke mobil Jazz merah saya. Kemudian saya berteriak dari luar kamar mandi

“Ris, gw tunggu di mobil yah, GPL (gak pake lama)” teriakku
“Ok, gw bentaran lagi udahan kok” sahutnya.

Sekitar 15 menit saya tunggu di mobil kemudian dia keluar dengan celana pendek hitam dan baju kaos bergambar Super Girl, kebetulan kita emank janjian buat pek baju kembar yang kita beli di salah satu mall di Jakarta, bedanya saya Super Boy. Biar keliatan kompak aja. Karena kami emank sering membeli pakaian kembar.


“sorry yah Bram, jadi lama nunggu, gw tadi pagi ngantuk banget” katanya
“no problem sob, nyantai aja, yang penting kita bisa jalan-jalan” jawabku.

Sepanjang perjalanan kita banyak ngobrol tentang kegiatan kampus, skripsi dan hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari sambil mendengarkan lagu I’m your Angel-nya Celine Dion feat R. Kelly. Rissa benar-benar sahabat yang baik. Kita saling menghibur dan saling mengisi, bercanda dan ledek-ledekan adalah hal yang biasa buat kami. Dan anehnya kita sama sekali tidak pernah membicarakan perasaan kami masing-masing. Hanya saja saya sering khawatir jika Rissa sakit atau terjadi kenapa-napa dan begitu pula sebaliknya. Benar-benar persahabatan yang tulus dan saya sangat takut untuk menodainya dengan perasaan cinta. Takut dia pergi meninggalkan saya. Takut dia berpikir bahwa saya mengkhianati persahabatan kita.

Saya memacu kendaraan tidak terlalu cepat juga tidak terlalu pelan. Karena saya berusaha menikmati perjalanan ini. Hanya sekitar 2,5 jam mobil saya sudah memasuki kota Bandung. Kemudian kami mencari restoran untuk sarapan kami. Kebetulan pagi-pagi kita gak sempet makan, cuma makan snack doank di mobil. Setelah makan, kita coba memasuki Factory Outlet (FO), dari FO yang satu ke FO yang lainnya. Memilih baju dan akhirnya kita membeli sepasang baju kembar lagi. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, perut kami juga sudah mulai laper.

“Ris, makan yuk…. Gw laper nih… kita jangan terlalu sore ke lembangnya” ajakku
“sorry, gw kagak liat jam… keasikkan belanja sih hehehe…” katanya sambil tertawa

Kemudian aku mengarahkan Jazz ku kea rah atas Bandung. Sekitar jam 6 kita sudah sampai. Kita menikmati hidangan di depan kami sambil minum cappuccino hangat. Kami mempunyai selera yang sama dalam hal minuman, sama-sama menyukain cappuccino. Pas saya melihat jam ternyata sudah jam setengah 9 malem.

Kita keasikan ngobrol sambil browsing internet pakai laptop yang yang saya bawa dan tak terasa 2,5 jam telah berlalu. Hujan turun dengan sangat deras sekali. Kita nunggu hamper 1 jam ternyata hujan tidak kunjung reda. Akhirnya dengan meminjam payung kita berhasil sampai mobil dan waktu telah menunjukkan pukul 21:45 wib. Dan akhirnya kita meninggalkan resto tersebut.

Tidak lama kemudian saya merasakan hal yang aneh pada mobilku, stir menjadi berat dan saya berpikir mobil ban saya ada yang kempes. Kemudian di tengah guyuran hujan, saya turun berdua Rissa untuk melihat ban mobil jazz saya, tentu saja Rissa memayungi saya. Ternyata dugaan saya benar bahwa ban kanan depan mobil saya kempes, mungkin terkena paku. Tidak mungkin untuk mengganti ban dalam keadaan cuaca seperti ini. Kemudian kami berdua kembali masuk ke mobil

“Ris, ban mobil kempes nih, gw ganti dulu yah, lo tunggu aja di mobil”
“Lo gila yah? Ujan-ujan gini lo mao ganti ban? Ntar lo sakit lagipula bahaya malem-malem ganti ban”
“Klo gak kayak gini kita gak bisa pulang Riss, mao nunggu hujan reda? Tambah malem lagi”
“pokoknya gw gak setuju lo ganti mobil sekarang, mending jalanin deh mobil nya”
Gw nurut aja apa yang dibilang Rissa dan kemudian menjalankan mobil perlahan-lahan
“Ris, gw puny ide tapi gw gak yakin lo setuju sama ide gw”
“apa ide lo Bram?”
“gimana kita cari hotel atau tempat penginapan, kita nginep semalem disini, besok pagi kita pulang, kecuali klo lo izinin gw ganti ban mobil ini sekarang”

Sejenak Rissa berpikir dan menjawab “yasudah kita cari hotel terdekat disini daripada lo keujanan dan sakit, itu lebih ngerepotin gw lagi”

Beberapa menit kemudian kita melihat sebuah penginapan dan saya membelokkan kendaraan saya ke penginapan tersebut. Ternyata hujan malah semakin besar dan diselingi kilatan dan petir. Dengan payung yang tidak terlalu besar kita berdua masuk ke lobby untuk check in. Pas masuk lobby beberapa orang sempat melihat ke kita karena ¾ baju kami basah akibat hujan angin yang besar. Kemudian saya bertanya ke resepsionis.

“Mas, saya pesen kamar single bed 2”
“Maaf mas, yang tersisa hanya kamar double bed 1 dan sisanya family room”
Kemudian saya bertanya ke Rissa “Gimana? Yang ada cuma itu, mao gak?”
“Gak ada pilihan lain kan? Ya udah ambil aja” jawabnya

Kemudian kami balik ke mobil untuk mengambil barang-barang dan segera menuju kamar tersebut. Kamar nya hanya ada 1 bed ukuran double, dan kamar mandi dengan shower hangat. Kemudian kami mandi secara bergantian. Saya hanya memakai celana boxer dan baju kaos yang kami beli di FO. Sedangkan Rissa memakai baju kaos lengan buntung dan celana pendek. Badan terasa lelah sekali.

“Riss, kok lo memutuskan nginep dan tidur sekamar sama gw?”
“Wedew… gw cuma gak mao lo sakit aja, klo lo sakit ntar gw juga yang repot, siapa yang beliin obat? Siapa yang anterin lo ke dokter? Lagipula kita sahabatan udah lama banget, lo tau siapa gw dang w tau siapa lo hehehe…”
“btw terima kasih yah udah jadi sahabat gw, gw seneng banget punya sahabat kayak lo Ris, gw gak mao kehilangan lo Ris” kemudian saya langsung memeluk Rissa
Dengan sedikit bingung Rissa menyambut pelukan ku dan sambil bertanya “maksudnya lo gak mao kehilangan gw apa? Emank gw mao kemana? Gw kan gak kemana-kemana”

“Gw baru sadar bahwa selama ini yang gw rasain ke lo bukan perasaan sebagai seorang sahabat tapi lebih, gw sayang banget sama lo, gw gak mao lo ninggalin gw dan married sama orang lain. Ternyata selama ini gw udah bohong sama perasaan gw dang w takut klo gw ngomong ke lo, semuanya akan berubah. Dan gw takut lo ninggalin gw”
Sambil meliah tajam mata saya dia berkata “Bram, gw gak akan pernah tinggalin lo, I’m promise bcoz I love you too”

Saya melihat wajah cantik Rissa mengeluarkan airmata dan tidak lama kemudian saya berusaha mengangkat dagunya dan mulai mencium bibir nya. Lembut sekali dan ini merupakan ciuman pertama Rissa karena Rissa belum pernah pacaran sebelumnya. Dan bagi saya ini untuk kedua kalinya karena sebelumnya saya pernah berciuman dengan mantan pacar saya.

Cukup lama kami berciuman kemudian saya mulai memegang buah dada dari Rissa, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Saya meremasnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Rissa mulai mendesah, perlahan saya angkat bajunya dan dia menurut saja. Terlihat buah dada yang putih dengen putting berwarna merah muda, ternyata Rissa sudah tidak memakai bra setelah mandi, mungkin karena bra nya basah. Dan secara cepat saya turunkan celananya berikut celana dalamnya. Terlihat vagian yang putih dengan bulu-bulu yang tercukur rapi.

Saya mulai mencumbunya mulai dari leher, menjilati kupingnya kemudian turun ke arah buah dadanya. Dia mulai mengeluarkan desahan-desahan kecil. Saya menkilati sekitar putingnya, sedikit gigitan kecil pada putingnya. Dia mulai meracau. Saya turun kebawah dan muali menjilati vagina dan klitorisnya. Ternyata klitorisnya sudah basah, tampaknya Rissa sudah terangsang. Secara telaten saya jilati klitorisnya hingga akhirnya dia menjambak rambut saya dan keluar cairan hangat.

Wangi sekali vagina Rissa, tampaknya dia sangat merawat kebersihan vaginanya. Saya langsung melucuti pakaian saya hingga bugil, Rissa tampak sedikit kaget melihat penis saya yang berukuran sedang. Saya suruh dia mengocok lembut dan menjilati penis saya, awalnya dia tampak jijik tapi lama-lama sudah biasa. Lembut sekali jilatan-jilatan dan isapannya ke penis saya. Tidak lama kemudian saya mengarahkan penis saya ke lubang vaginannya. Saya melihat dia dengan tajam dan dia hanya melihat saya dan memejamkan matanya. Saya tidak tahu apakah itu tanda setuju atau tidak tapi dia tidak melakukan penolakan. JAGUARQQ

Saya mulai memasukinya pelan-pelan, dia sedikit menahan sakit kemudian saya berhenti sejenak lalu saya coba masukin lagi penis saya hingga akhirnya masuk, darah perlahan-lahan mulai keluar dari vaginanya. Dan saya yakin itu darah perawannya Rissa. Kemudian saya mulai melakukan gerakan maju mundur dengan tempo biasa saja, Rissa tampak menahan sakit tapi menikmatai. Sekitar 15 menit kami melakukan itu hingga akhirnya saya sudah mulai merasa ingin orgasme dan sempat bertanya ke Rissa apakah dikeluarkan di dalem atau di luar dan dia bilang di dalem saja. Tidak lama kemudian air mani bercampur sperma pun keluar memenuhi lubang vagina Rissa.

Sesaat kemudian kami tergolek lemas di tempat tidur dan membayangkan apa yang telah kami lakukan. Kami saling diam tanpa kata. Saya coba menoleh ke Rissa dan dia mengeluarkan airmatanya. Aku memulai pembicaraan

“Rissa, maafkan gw… tidak seharusnya gw ngelakuin ini ke lo…. Gw khilaf”
“bukan… bukan salah lo… gak perlu minta maaf”sambil mengusap airmatanya
“Ris, gw janji akan menikahi lo, lo mao jadi istri gw?”tanyaku

Sambil tersenyum dia berkata “Bram, lo cowok yang baik. Lo selalu ada buat gw disaat gw utuh lo. Lo selalu mengerti bagaimana cara memperlakukan gw. Gw sebenernya sedih waktu liat lo jadian sama Devi, tapi gw pengen lihat lo bahagia. Lo cowok sempurna di mata gw, tidak ada alasan buat bilang tidak ke lo. Gw sayang sama lo, gw mao jadi istri lo Bram”

Rabu, 29 Juli 2020

Bercinta Dengan Bibi Ku Ynag Kaya Dan Binal


Panggil saja nama saya Teguh (nama samaran), di situs dewasa ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman sex yang sangat memicu adrenalin. Usia saya saat ini 25 tahun. Kisa sex ini terjadi ketika saya duduk dibangku SMA, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku kelas III SMA. Sampai saat ini Cerita saya ini masih tertanam dalam benak dan fikiran saya.
Cerita ini tergolong yang tidak wajar, kenapa begitu ?? karena saya disini akan menceritakan kisah dengan Bibi saya yang memang cantik bahenol dan mempesona. Kisah ini berawal dari dititipkan-nya saya oleh orangtusaya kepada adik kandung ibu saya yaitu Bibiku. Sungguh benar-benar cantik, bertubuh putih mulus bibi saya ini.

Pokoknya para pembaca sekalian melihat Bibi saya pasti akan berfikir sperti saya. Saya saja yang sebagai keponakanya sangat amat ingin sekali menikmati hangatnya berhubungan intim dengannya. Bibi saya ini bernama Irma, Bibi Irma ini adalah seorang orang tua tunggal dari ke 2 anaknya, anaknya 1 laki-laki dan satunya lagi perempuan.
Bibi saya ini menjanda bukan karena kehendaknya, beliau menjanda karena ditinggal suaminya meninggal akibat kecelakaan motor pada event motor cross. Almarhum suami Bibi Irma ini adalah seorang pembalap motor cross yang cukup terkenal di daerahnya. Sungguh malang sekali Bibi Irma ini, diusia yang terhitung masih cukup muda sudah menjadi janda dengan 2 orang anak pada usianya yang masih 35 tahun.

Walaupun Bibi Irma janda beranak 2, namun tubuhnya sungguh terawat sekali dan masih singset dan sexy. Maklum sajalah walaupun seorang Janda Bibi Irma ini termasuk JAYA (janda kaya) kondisi ekonominya tergolong lebih dari cukup. Bibi Irma hampir setiap minggu melakukan senam erobik, spa dan masih banyak perawatannya.
Tubuh Bibi Irma bila dibandingkan dengan gadis berusia 22 tahun tidak kalah. Ditambah lagi Bibi Irma mempunyai pantatnya semok dengan pinggul yang singset. Betis dan pahanya sangat putih sekali para pembaca, bahkan tumpukan lemak dan selulit tidak ada sedikitpun ditubuhnya. Mantap kan. Buah dada-nya lumayan besar, saya perkirakan ukuran BH-nya sekitar 34B.
Buah dadanya itu loh, masih kencang sekali, tidak kendor sedikitpun. Jadi Jika diluar rumah, Bibi Irma ini seperti seorang Remaja yang menggugah gairah kaum laki-laki. BANDARQ ONLINE

Kisah sex sedarah saya dengan Bibi Irma ini sungguh tidak terduga sekali, bahkan saya tidak menyangka bisa bersetubuh denganya. Pada waktu itu suasana rumah sedang sepi, saat itu saya sepulang sekolah saya, melihat Bibi yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang. Oh iya Bibi saya ini adalah seorang dosen, kebetulan sekali saat itu hari itu jadwal mengajar Bibi hanya satu mata kuliah saja.

Dengan langkah yang terlihat lelah karena kecapekan, secara spontan saya langsung munuju menghampiri meja makan dan berkata,
“ Bibi, makananya belum siap yah? ”, tanya saya pada bibi Irma.
“ Belum nih Guh, sabar dulu ya, Mbak Surti (pembantu Bibi saya) dari pagi disuruh belanja malah belum pulang, jadi Bibi repot sendiri deh ”, keluh Bibi Irma.
Saat itu terlihat di dahi-nya mengalir cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau Bibi Irma tidak pernah bekerja keras seperti ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah Bibi saya semakin cantik. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat.

Sehingga saat itu terlihat bentuk pantat yang semok dan pinggulnya yang sexy dibali daster tipisnya. Daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badannya. Uhhh, seksi sekali pikiran saya mulai melayang tak jelas. Belum selesai saya mebayangkan Bibi Irma,tiba-tib dia berkata,
“ Bik, Teguh bantuin Bibi ya ? ”, ucap saya.
“ Boleh-boleh Guh, sini-sini !!! ”, jawab Bibi tidak keberatan.
Kemudian saya menuju kearah Bibi, saat itu tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai saya mendekat, entah karena apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot. Hal itu secara otomatis air langsung menyembur dengan derasnya mengenai Bibi Irma yang kebetulan saat itu Bibi berada didepan kran tadi, lalu,

“ Aduh Guh, tolongin Bibi, gimana nih Guh ?? ”, ucapBibi saya dengan paniknya berusaha menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.
Karena tubuh Bibi saya tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas.
Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi saya segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga.


Tanpa saya sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga Penis saya mengenai belahan pantatnya yang sekal dan semok. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku,

“ Guh gimana ini nih ? ”, tanya Bibi saya tanpa bisa bergerak.
“ Duh gimana ya Bibi, Teguh juga bingung nih Bik ? ”, ucap saya mengulur waktu.
Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di Penis saya, saya jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan saya melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya saya justru melepas celana saya berikut juga celana dalamku.
Memang agak susah tapi akhirnya saya berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Lalu,
“ Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Bibi. Sebentar Teguh carikan dulu yah Bik ”, ucap saya.
Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan saya melepas peganganku di saluran air, kemudian,

“ Pegang dulu Bibi ”, ucap saya sedikit terengah menahan nafsu.
“ Yah, guh sana cepetan, Bibi sudah pegal nih ”, ucap Bibi.
Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat saya menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar.
“ E… e… e… apa-apan ini Guh, jangan gitu dong !!! ”,tegur Bibi padaku.
Saat itu tanpa sadar Bibi melepas pegangannya dari saluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.
“ Aohhhh… Ughhh… ”, ucap Bibi saya jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air.

Tanpa sadar juga Bibi saya berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku sudah tidak ada yang menahan lagi. Kesempatan pikirku, dengan satu sentakan celana dalam Bibi saya melorot sampai diujung kakinya.
“ Oughhhh…. Guh jangan, aku ini Bibimu, jangann Guh, tolong… !!!”, ucap Bibi memohon.
Kepalang tanggung, saya langsung jongkok. Saya lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepala saya, kujulurkan lidahku untuk mencapai memek nya.
“ Sss… Guh… Aghhhh… ”, desah Bibi.


Ternyata jilatan pertama saya ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi. Saat itu lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari memek-nya, semakin kedalam membuat Bibi saya bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan.
Saat itu kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari Clitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang memek-nya. Tidak terkira jumlah lendir yang keluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat.
“ Aghhhh… Oughhh… Guh… Sssss… Aghhhh… ”, dengan erangan keras, rupanya Bibi saya sudah mencapai Klimaks.

Saat itu tubuhnya langsung lemas tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air.
Aduh saya belum apa-apa pikirku. Langsung saya berdiri, kusiapkan senjata saya yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku saya coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan Penis saya pada Kewanitaan-nya. Kudorongkan sedikit demi sedikit.
Begitu sudah betul-betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar,
“ Aghhh… sakit Guh… Aow… pelan-pelan… ”, kepala Bibi saya langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas.

Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir Bibi saya karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Sudah tidak ada penolakan pikirku. Kudiamkan sebentar Penis saya yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam Kewanitaan Bibi saya, ku nikmati benar-benar bagaimana ternyata Kewanitaan yang sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit.
Sungguh sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi,
“ Oughhh… Guh… Sssss… Aghhhh… terus sayang… cepetin sodokan kamu… Oughhh… cepat, Aghhhh… ”, desah Bibi.
Terus sayang pantatnya bergoyang melawan arah dari kocokanku,
“ Oughhh… Yeahhh… Nah gitu Guh, Oughhh… ya gitu teruuss… ”, Pinta Bibi saya.
Saat itu saya terus mengocokkan Penis saya dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat,


“ Yang cepat Guh, Bibi sudah mau keluar lagi… Oughhh… Aghhh… ”, ucap Bibi nikmat.
Kemudian kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan,
“ Cepatt… cepatt truss… ouchh… Bibi kelluaarr… aghhhhhhhhhh ”,
Akhirnya Bibi Irma mendapatkan Klimaksnya di iringi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat,
“ Cabut dulu Guh… Bibi linuu… ”, pinta Bibi saya, karena merasakan saya yang masih mengocoknya dari belakang.
“ Akan Teguh cabut, tapi janji nanti diteruskan lagi ya Bik? ucap saya.
“ Iya, tapi sekarang dari depan aja yah Guh ”, janji Bibi saya.

Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Saya mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing Penis saya kearah liang Kewanitaan-nya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga Penis saya.

“ Aghhhh… Oughhh… ”, erang Bibi saya, ciuman kami terlepas.
“ Genjot yang cepatt Guh… Aghhhhh… ”, pinta Bibi saya sambil pahanya semakin dilebarkan.
“ Begini Bik… ??? Ucap saya sambil mengocokkan Penis saya dengan cepat.
“ Gila kamu Guh… kuat sekalii kamu… ”, ucapnya sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas Kewanitaan-nya.
Saya tahu mau maksudnya,
“ Aghhhh yang ituu… teruss Guh… ohh enakk… teeruss… ”, rintih Bibi saya ketika sambil Penis saya mengocok Kewanitaan-nya tanganku juga memelintir Clitorisnya.
Oughhh Guh, Bibi hampir sampai nih… ”, ucapnya.
Saat itu tubuhnya mulai bergetar agak keras, JAGUARQQ

“ Saya juga hampir klimaks Bik… Oughhh punya Bibi eenakk… ”, ucap saya mulai tidak bisa mengendalikan lagi, Klimaks saya tinggal sebentar lagi.
“ Mau dikeluarin dimana Bik ? tanya saya mrminta ijin.
“ Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss… didalem juga nggak Papa
Ayoo…Bibi udah diujung nihh Guh… ”, ucap Bibi.
“ Oughhh… enakk… cepatt Guh… ”, desah Bibi saya.
“ Goyang Bik, kita barengan ajaa… Oughh ”, ucap saya.

Saat itu saya merasakan Klimaks saya sudah diujung. Semakin kupercepat kocokanku, Bibi saya juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan sperma saya.
“ Saya keluarr Bik… Aghhhhh… ” ucapku telah mencapai klimaks sembari kubenamkan dalam-dalam.
“ Bibi juga Guh… Aghhhh… gilaa… enaknya… ”, erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.

Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu Penis saya yang masih ada didalam Kewanitaan-nya. Kulirik ada sedikit lelehan sperma yang keluar dari Kewanitaan-nya. Seperti tersadar dari dosa, Bibi saya mendorong badanku.
“ Kamunakal Guh, berani sekali kamu berbua seperti ini pada Bibi ”,Ucap Bibi saya.
“ Tapi Bibi juga menikmatinya kan? ”, balas saya.
Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Saya berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya,
“ Bibi air di tandon tadi sudah habis loh ”, canda saya dari luar kamar mandi tapi tidak ada balasan dari dalam.

Selasa, 28 Juli 2020

Bercinta Dengan Cinta Pertama Yang Di Pertemukan


Saat itu aku masih sekolah kelas 3 SMK di Solo. Saat itu aku bertemu dengan kawanku saat SMP. Dia sebenarnya adalah cinta pertama bagiku yang yang saat itu belum pernah aku ungkapkan walaupun sebenarnya aku tahu diapun juga mencintaiku sebut saja namanya Dinda. Waktu itu kami bertemu di sebuah emperan toko daerah Coyudan.

Kami sama-sama berteduh karena saat itu hujan mengguyur kota Solo sangat deras. Kami ngobrol panjang lebar dan angka arlojinya sudah menunjukkan pukul 6 sore, tetapi hujan tetap saja mengguyur walaupun tidak terlalu deras.

Karena saat itu dia sedang menunggu bis, dan aku naik sepeda motor maka agar tidak kemalaman aku antar dia pulang tetapi tanpa jas hujan. Sampai di rumahnya ternyata rumahnya dalam keadaan kosong karena keluarganya sedang menghadiri pesta pernikahan pamannya.

“Aduh.. gimana nih Din.. bisa masuk ke dalam nggak?”, tanyaku.
“Tenang, biasanya kuncinya ada di bawah pot ini, nah ini dia, masuk yuk di luar dingin, lagian baju kamu basah semua”, katanya sambil membuka pintu rumah.
“Sebentar aku ambilkan handuk”, katanya sambil jalan ke belakang rumah.

Rumah yang sederhana tetapi sangat rapi dengan sofa ditengah ruangan.

Dia keluar dengan menggenakan daster kuning transparan. Samar-samar aku lihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sangat sempurna membuat jantungku berdebar kencang. Kulitnya yang putih mulus terlihat sangat serasi dengan daster yang dipakainya. BANDARQ ONLINE

“Ini handuknya”, dia memecahkan lamunanku.

Karena baju dan celanaku basah maka aku buka bajuku dan aku pinjam salah satu kaosnya, tetapi bagaimana dengan celana panjangku? “Pake punyaku aja Fa, aku punya jeans basic yang mungkin pas kamu pakai”, sahutnya. Aku tidak kaget karena dia tergolong cewek bertubuh tinggi besar. Aku masuk ke dalam kamarnya dan mulai membuka celana panjangku, tinggal CD-ku yang masih basah.

“Din.. sorry nich aku boleh pinjem CD-mu nggak? Yang penting dapat dipakai”, tanyaku.
“Boleh, tapi di almari coklat yang kuncinya masih aku bawa, boleh aku masuk?”, sahutnya.

Saat dia masuk kamar, aku hanya dililit selembar handuk bergambar Hello Kitty kepunyaannya. Saat dia membuka almarinya dia menyuruh aku untuk memilih sendiri, dan karena letak CD-nya ada di bagian bawah, aku harus jongkok.

Tanpa aku sadari setelah aku berdiri, handuk yang melilit tubuhku terlepas dan aku hanya bisa diam terpaku. Dia juga diam memandang tubuhku yang telah telanjang bulat. Dia terus memandang penisku yang memang telah berdiri.

Kemudian dengan perlahan dia mengambil handuk yang berada persis di bawah penisku. Kemudian tanganku mengusap kepalanya dan kepalanya tertahan tepat di depan penisku. Selanjutnya dia mencium kepala penisku, membuatku semakin kelabakan. Dia terus mencium penisku dengan lembut dan penuh perasaan, bisa aku rasakan itu.

Kemudian dia berdiri dan giliranku menjilat bibirnya yang sangat lembut, dan diapun membalas dengan memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Untuk beberapa saat aku menikmati bibir dan lidahnya, aku lanjutkan permainan lidahku di sekitar telinganya, aku kulum telinganya, dia hanya bisa medesis kegelian. Aku lanjutkan dengan mencium dan menjilati sekitar lehernya.

Aku mulai membuka resliting daster yang berada di belakang dan dengan perlahan aku tanggalkan daster kuningnya. Sekarang hannya tinggal BH dan CD-nya saja yang tersisa. Perlahan aku ciumi dan gigit payudara bagian atas sambil tanganku berusaha melepaskan BH-nya. Dia hanya terdiam dan terpejam menikmati gigitan lembut bibirku.


Setelah BH-nya terlepas terlihat sepasang bukit yang sangat indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Begitu putih, lembut, kencang, padat dan kedua putingnya berwarna coklat masih bersembunyi di dalam pucuk payudaranya. Perlahan aku usap lembut kedua payudaranya dan aku hisap puting susunya agar mau keluar dan aku kulum lembut putingnya. Dia hanya bisa mendesis keenakan.

Karena capek berdiri, aku tidurkaan dia di atas ranjangnya sambil mulutku terus menghisap kedua puting susunya secara bergantian dengan lembut. Selanjutnya ciuman dan jilatanku aku lanjutkan ke bawah menuju pusar dan paha bagian dalam. Dia lagi-lagi hanya mendesis, “Akh.. Fa.. aku nggak tahan..”, desisnya.


Mendengar itu aku semakin bersemangat menjilati paha, lutut, betis dan jemari kakinya aku kulum sehingga dia semakin kelojotan menahan nikmat, terus aku kulum jari-jari kakinya yang putih bersih sambil tanganku mulai melepaskan CD-nya.

Saat CD-nya terlepas, terlihat kemaluannya yang telah berbulu agak lebat. Perlahan aku raba daerah paha dan kemaluannya sambil kulanjutkan mengulum jari kakinya. Aku temukan klitorisnya terasa lunak dan agak basah, aku pilin-pilin daging kecil tersebut dia semakin mengerang menahan nikmat. Lidahku mulai bergerak dari jari kaki menuju betis, paha dan akhirnya pada daerah sekitar kemaluan.

Walaupun kulitnya putih bersih, tetapi daerah kemaluannya berwarna coklat. Aku angkat kedua pahanya dan lidahku mulai menuju daerah duburnya, sesaat kemudian ke daerah vagina yang saat itu terasa basah dan berasa agak asin serta berbau khas menambah nafsuku semakin menjadi.

Aku menghisap lendir yang keluar dari vaginanya dan kukeluarkan di sekitar klitorisnya, dan klitorisnya pun aku hisap-hisap. Tanpa kuduga kedua pahanya menjepit kepalaku yang saat itu sedang menikmati gurihnya klitoris dan tangannya menekan kepalaku agar aku menghisap lebih dalam lagi.

Saat itu aku merasakan dia menegang dan seperti menjerit, “Akh.. uh..”, teriaknya. Aku tak tahu apa yang sedang dia rasakan saat itu, kemudian lidahku aku pindah ke bawah tepat pada liang vaginanya ternyata pada liang memek nya telah keluar cukup banyak lendir yang selanjutnya kuhisap dan kutelan sampai habis.

Dia mundur sehingga terpaksa aku lepaskan hisapanku. “Fa.. naik sini..”, dia menarikku yang saat itu masih jongkok dan menyuruhku tidur telentang di ranjangnya. Aku ditindih dan mulutnya mulai mengulum bibirku, seperti tidak mau kalah denganku, diapun menghisap dan mengulum telingaku terasa geli dan hangat.

Dia lanjutkan dengan menghisap puting susuku, sambil tangannya meremas-remas penisku. Tanpa aku duga mulutnya mulai bergerilnya di sekitar paha dalamku, terasa sangat geli dan menambah kenikmatan. Lidahnyapun mulai menyapu duburku, “Okh..”, aku setengah berteriak, ya ampun.. nikmat sekali.

Sepertinya dia tahu yang aku rasakan saat lidahnya menyentuh sekitar duburku, dan sekitar 5 menit lamanya dia menyapukan lidahnya di sekitar duburku, dan selanjutnya naik menuju pangkal penisku. Dia jilat pangkal penisku sampai ke ujung kepala penisku berulang-ulang sampai aku rasakan seluruh bulu-bulu tubuhku merinding. JAGUARQQ

Selanjutnya dia memasukkan kepala penisku ke dalam mulutnya sambil sesekali dihisap, tetapi sayang dia tidak dapat mengulum lebih dalam lagi. Karena aku sudah tidak kuat menahan nikmat, maka aku minta dia untuk tidur telentang dan perlahan aku letakkan kepala penisku di depan lubang memek nya.

Aku gesek-gesekkan kepala penisku pada lubang vagina sampai aku temukan lubang yang benar untuk memasukkan penisku. Setelah aku rasa tepat perlahan aku tekan penisku agar dapat masuk ke dalam lubang memek nya. Dia memejamkan mata seolah sedang menahan sesuatu, aku tak tahu pasti.

Terasa sangat sempit dan agak susah memasukkan penisku sampai pada kira-kira setengah panjang penisku Dinda si cinta pertama ku berteriak, “Aakhh..”, aku menahan tekanan penisku dan aku lihat darah segar telah mengalir dari vaginanya aku lanjutkan takananku sampai seluruh penisku tenggelam dalam memek yang telah banjir darah perawan dan kutahan penisku di dalamnya.

“Sakit Din?”, bisikku.
“Nggak apa-apa lanjutin aja Fa.. aku menikmatinya kok”, dia balas berbisik.

Aku mulai mengayun-ayunkan penisku keluar masuk memek, terasa sangat nikmat dan hangat tetapi kulit penisku terasa agak perih. Kira-kira 5 menit aku mengayunkan penisku dan kelihatannya Dinda si cinta pertama ku mulai menikmatinya, dia goyang-goyangkan pinggulnya dan kupercepat ayunan penisku sampai suatu ketika Dinda berteriak, “Akh.. oh..”. Dinda memejamkan matanya dalam-dalam.

Tidak lama setelah itu akupun mulai merasakan kesemutan di kepalaku dan, “Ccreet..”, maniku keluar tetapi masih di dalam memeknya. Dia memelukku erat dan berkata, “Fafa.. aku sayang kamu..”. Aku tidur di atasnya tetapi penisku masih berada di dalam memek yang lama-kelamaan keluar sendiri karena mulai melunak, terasa agak geli jika penis yang lunak masuk dalam memek.

Aku terbangun dengan tubuh masih telanjang bulat ketika suara telepon berbunyi, aku lihat jam pukul 10 malam. Aku bangunkan Dinda si cinta pertama ku yang masih tertidur tanpa selembar kainpun menutupi tubuhnya agar mengangkat telepon yang ternyata dari keluarganya dan berencana akan pulang besok siang.

Jadi aku gunakan malam itu untuk tidur semalam dengan Dinda tanpa selembar kainpun menutupi tubuh kami.

Senin, 27 Juli 2020

Kulunasi Hutang Suamiku Dengan Tubuhku


Berikut ini memang murni pengalaman pribadiku yang bermula dari keterpaksaan hingga menimbulkan rasa ketagihan. Aku menjadi semakin binal sejak kejadian itu. Kenikmatan dari lelaki yang bukan suamiku membuat aku gila seks.Perkenalkan, namaku adalah Jesika umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Andre yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Andre bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Andre hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun pernikahan kami, 

Andre tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami sampai sekarang belum dikarunai seorang anak. Akibat dari Andre yang tidak mempunyai pekerjaan tetap  akhirnya dia mempunyai hutang dimana-mana. Sampai suatu saat ada orang yang datang ke rumah kami dan marah-marah karena Andre belum juga membayar hutangnya.Pada saat itu aku hanya bisa menemani Andre di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Andre. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku. Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. BANDARQ ONLINE

Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Andre selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Andre pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu.Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. 


Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar.“Nyari siapa bu?”
“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.
“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”
“Bilang aja dari istrinya pak Andre.”Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar.“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya.Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang. Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya.“Saudi. Mari masuk bu…”

“Jesika” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.
“Oh iya. Bu Jesika silahkan masuk”Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Saudi langsung mempersilahkan aku untuk duduk.“Mau minum apa bu Jesika?”
“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.Akhirnya Pak Saudi menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup.Sambil menunggu minuman datang pak Saudi memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Saudi datang membawakan minuman pesanan majikannya.

“Silahkan diminum bu Jesika”
“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Kok sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku untuk memulai obrolan kembali.
“Istri saya sudah lama meninggal.”
“Oh maaf pak, saya gak tahu”
“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Jesika sudah berapa lama menikah dengan pak Andre?”
“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Andre gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Saudi.Setelah disinggung soal hutang, pak Saudi akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Saudi. Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Saudi sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku. Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya. 


Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Saudi sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Saudi berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Saudi. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. 


Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Saudi aku disambut dengan hangat, Pak Saudi mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku. Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit terbius oleh perlakuannya.Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Saudi telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. 

Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.“Boleh kupanggil Jesika saja?” tanyanya padaku.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Saudi. Supaya lebih mesra.”
“Iya Saudi. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Jesika.” aku mulai menikmati keadaan.
“Hmm.. Jesika. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”
“Apa itu?”Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”
“Tapi Saudi…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu bernama Kiswanto, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Kevin, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. 


Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga.Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Saudi, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Saudi sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Saudi. Tak lama berselang Kiswanto dan Kevin langsung bergabung. Kiswanto datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Kevin langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. 

Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. 

Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga. Ketika aku mengoral penis pak Saudi kedua tanganku mengocok penis Kevin dan Kiswanto, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.


“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Jesika” ucapan itu terlontar dari Kiswanto ketika mendapat giliran dioral olehku. Kevin mendapat giliran terakhir untuk kuoral.Dan ketika giliran Kevin mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Kevin sambil terlentang sementara penis Kevin berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Kevin, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Kiswanto sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Saudi berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Kevin sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Kevin) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku. Tak lama kemudian Kevin melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Kiswanto untuk menikmati payudaraku. Kiswanto menggarap payudara kiriku sedangkan Kevin yang kanan pak Saudi tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss”Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. 

Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Saudi sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Saudi semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Saudi memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Andre yang sekarang menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Saudi berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Saudi mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. “Arrrghhh Saudi… terus… cepetin donkk.. entotin…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Saudi yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Kevin dan Kiswanto yang masih sibuk dengan kedua payudaraku.Akhirnya setelah dirasa lancar pak Saudi pun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Saudi masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak lama terasa goyangan pak Saudi semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. JAGUARQQ

Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Saudi mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Kevin dan Kiswanto yang tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Kevin membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Kevin.Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Kevin menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya aku ingin berontak, tetapi Kiswanto memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Kevin mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Kevin kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Kevin meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. 


Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.Tak lama kemudian Kiswanto menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Kiswanto memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Kevin dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Saudi merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Kiswanto dan Kevin secara bersamaan mencapai orgasmenya. Kevin menggeluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Kiswanto di dalam vaginaku.Setelah itu kami berempat membersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. 

Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Andre ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan setelah semua hutang-hutang Andre lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya aku pun jujur kepada Andre tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak bisa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Andre yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. 

Akhirnya Andre menyetujuinya, karena masih menyayangiku.Pernah suatu saat ketika Andre pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Saudi, Kevin dan Kiswanto. Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Andre dan memang penis Andre menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu. Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.